Berapa sih harga makanan di Korea?

Street food di Hongdae Street


Samdae Bulgogi Noodles - Ini adalah restoran pertama yang saya singgahi di Korea. Lokasinya dekat dengan Dongmyo Station, lebih tepatnya dekat dengan K-Hostel, tempat saya menginap selama di Seoul. Setelah berlelah-lelah naik turun tangga subway (subway station di Korea itu luas yah!) sambil nyeret-nyeret koper, dan berakibat gempornya tangan kanan plus harus beradaptasi menembus udara dingin, saat yang tepat untuk mengisi perut di siang hari. Jadilah mencari restoran yang dekat dengan hostel.
Masuk ke restoran, kami langsung disuguhi buku menu, menu yang di sajikan tidak banyak karena memang judul restorannya Samdae Bulgogi Noodles :D. Sekitar 10 menit saya dan teman-teman kebingungan melihat imo-nim / bibi staff restoran yang mondar mandir melayani customer, tapi tidak ada satupun yang menghampiri meja kami padahal kami sudah mengangkat tangan. Akhirnya salah satu dari kami menghampiri imo-nim sambil memesan menu dengan cara menunjukkan gambar menu plus gerakan-gerakan jari, maksudnya sih menunjukkan jumlah porsi yang kami pesan hehehe. Ternyata imo-nim tadi agak takut berinteraksi dengan kita karena kendala bahasa, padahal dimenunya sendiri ada tulisan bahasa inggrisnya :D
Samdae Bulgogi Noodles Menu
Saya memesan Beef Soup + Rice seharga KRW 5900 (1 KRW = IDR 13, November 2015). Dihitung hitung ternyata 1 porsinya seharga IDR 76.700, mahal juga ternyata. Awalnya saya pikir karena ini harga restoran, tapi ternyata selama makan di Seoul harga tersebut tergolong murah apalagi ada embel-embel bulgogi alias olahan daging sapi.

Dibandingkan harga sekali makan di Indonesia, harga 1 porsi makan besar di Korea semurah-murahnya bisa dua kali lipat lebih mahal. Traveler hemat macam saya bisa tekor kalau kelamaan di Korea :D Apalagi, untuk sharing makanan rasanya tidak memungkinkan, sebagian besar restoran sudah menuliskan 1 porsi untuk satu orang, kalaupun ada menu yang 1 porsinya bisa untuk 2-3 orang, tetap saja satu orang harus membayar hampir IDR 100.000 untuk 1 porsi makanan. 
Rasa soupnya? Masih masuk dilidah orang Indonesia. Berbeda dengan bibimbap yang pernah saya makan di Indonesia lebih banyak nasinya, di Korea bibimbap lebih banyak sayurannya. Rasanya? sensasi makan rumput, terlalu plain, kayak makan sayuran polos, jadi harus dicampur dengan bulgogi baru enak. Oia, di Korea setiap kali makan di restoran selalu disedikan kimchi, bisa nambah pula plus selalu disediakan gelas yang ditaruh di mesin sterilizer, refill sepuasnya. Air minum yang disediakan pun hot & cool, ya hampir di setiap restoran di Korea selalu menyediakan air dingin.
Beef Soup + Rice
Bibimbap + Bulgogi
Bulgogi dari menu bibimbap (porsi 4 orang)
Di Nami Island - Ini adalah restoran yang saya kunjungi saat di Nami Island, sayangnya lupa nama restoran dan menunya. 1 porsinya bisa untuk 3 orang, tapi tetap saja satu orang harus membayar KRW 12000 atau setara IDR 156.000. Udah mau nangis aja kalo di Indonesia makan siang semahal ini hahaha
Menunya, ayam berbumbu yang dipanggang langsung oleh kita, terus makannya di wrap pake selada yang kaya di drama-drama hahahaha. Bahagia banget gw makan ini, enak pula. Isi wrapnya, potongan ayam, nasi, kimchi, tauge, plus gochujang, dilipet-lipet, dimakan deh :D Oia ada cabe ijo yang udah kaya lalapan buat orang sana, rasanya lebih mirip paprika, gak terlalu pedas. 





Yoogane  - Pernah denger restoran bernama Yoogane (Dakgalbi) di Jakarta? Ada cabangya di daerah Sudirman, belum pernah coba sih yang di Jakarta. Kalau di Korea, ada di daerah Myeongdong, tepatnya satu jalan dengan store SPAO, restorannya berada di lantai 2. Selalu ada sensasi berbeda setiap kali makan di restoran Korea, yang biasanya di restoran lain masak sendiri, kali ini di Yoogane dimasakin langsung di depan kita sama oppa-oppa yang lumayan ganteng (mungkin bergantung menu yang kita pesan juga kali ya). Dakgalbi adalah ayam + sayuran yang di tumis pakai bumbu gochujang. Menu yang kami pesan Marinated Chicken Galbi Fried Rice, satu porsi untuk 4 orang, masing-masing harus membayar KRW 6000 atau setara IDR 78.000.
Yang seru ada di proses memasaknya. Pertama, masak dulu bumbu gochujang dan sayurannya, baru di campur dengan nasi, kemudian ditambahkan keju mozarella, terakhir ditambahkan udon. Yang lebih seru lagi, si oppa pinter banget nih memikat hati para gadis, nasinya dibentuk Love segala :D hahahaha Saranghae lah oppa! Mashita~
Bumbu plus sayuran
Nasi + nori
Ditambahkan keju
Plus udon
Fokus ke makanannya ya~
Yoogane pernah muncul di drama Misaeng & Producer
Yupdduk (Tteokbokki - hot and spicy rice cake) - katanya sih tteokbokki yupdduk ini terkenal di Korea, lokasinya dekat dengan Dongdaemun Design Plaza. Rasa tteokbokki yupdduk benar-benar HOT and SPICY loh. 1 porsi mangkok besar seharga KRW 14000 atau IDR 182.000 (untuk 2-3 orang). 




Satu paket tteokbokki lengkap dengan acar lobak kuning, nasi kepal mini+nori, jus dan putih telur (di steam) sebagai penetralisir pedas. Satu mangkok tteokbokki berisi telur bulat, fish cake dan sosis plus topping keju. 




 



Jus
Putih telur - penetralisir pedas
Acar lobak kuning bisa nambah, kalau doyan hehehe
Acar lobak kuning
MOM's Touch

Mom's Touch restoran spesialis burger & chicken memiliki banyak outlet di Korea, saya mencobanya saat di Busan. Chicken Gangjong seharga KRW 16000 (sharing ber-4 orang), enak. Untuk burger di jual mulai KRW 3000-an dan snack mulai KRW 1000-an. Ayam goreng paling enak dimakan sama nasi, sayangnya di Mom's Touch tidak ada nasi, jadi kami bawa pulang, biar bisa dimakan sama nasi instan yang dibeli di sevel :D Penyelamat banget deh nasi instan di sevel ini, harga satuannya mulai KRW 1300. Oia istilah take away, kalau di korea jadi take out.

 

Street Food di KoreaDi Seoul, street food banyak di daerah Myeongdong, ada juga di Hongdae street. Kalau di Busan, street food banyak di Gwangbok-ro (Cultural & Fashion Street) tepatnya di BIFF Square, ibarat Myeongdong-nya Busan. Di Myeongdong makanannya lebih bervariasi, tteokbokki, bungeoppang, cumi goreng, aneka seafood goreng, kebab, strawberry coklat, catton candy, gulali dan buanyaaaak lagi. Di Myeongdong, ada imo-nim penjual tteokbokki yang tau kalau kami muslim dan tidak makan daging babi. Jadi ceritanya pas mau beli mandu (dumpling), imo-nim langsung kasih kode tangan disilang sambil meragain hidungnya hihihi Gomawo imo-nim~ :D
Rata-rata jajanan di Korea dijual mulai dari KRW 1000 - KRW 3000 per porsinya. Agak susah mencari tempat sampah umum, soalnya pedagang kali lima ini menyediakan tempat sampah masing-masing, jadi kalau makan jangan jauh-jauh dari yang jualan, biar buang sampahnya gampang hehehe.
Imo-nim baik hati
Fish cake
Tteokbokki KRW 3000/porsi
Keju Bakar KRW 3000 Enak banget!
Gulali KRW 1000
Almond Egg Muffin - agak enek, ada kuning telur di dalamnya.
Kalau street food seperti ini, biasanya menjual fish cake, tteokbokki, sundae, kimbab dan makanan goreng-gorengan.
Street food di Hongdae Street
Penjual hotteok (korean pancake) di Busan KRW 1000
Hotteok nya enak, beda sama yang di Jakarta :D

Kimbab - kimbab di Korea ternyata bentuknya gak mulu silinder, ukurannya pun ada yang mini dan standar, ada juga yang berbentuk bulat kayak bola, kalau di minimarket biasanya berbentu segitiga atau biasa disebut samgak kimbab. Samgak kimbab yang dijual di mini market CU dan Sevel ini kalau dilihat dari komposisinya katanya sih mengandung pork, rasanya memang macam-macam, ada tuna, chicken, daripada ragu coba aja cari tulisan 돼지고기. Penjual kimbab di Korea mudah ditemukan, termasuk di subway station.
Penjual mini kimbab di subway station mulai KRW 1000
Toko khusus menjual kimbab mulai KRW 1500
 

Ramyeon dan Udon
Saya pernah mencoba ramyeon dan udon saat di Busan Station, perjalanan Seoul-Busan dengan KTX selama sekitar 2,5 jam bikin perut lapar, lagi-lagi bingung mau makan apa akhirnya pilihan terakhir jatuh pada ramyeon hangat. Ternyata meskipun di dalam stasiun, harga makanan di Busan masih tergolong murah, berkisar KRW 4000-7000 per porsinya. Di restoran ini, setiap selesai makan, kita harus membersihkan mejanya dan menaruh piring kotor di tempat yang sudah disediakan.
Tempat piring kotor
Ramyeon

Si Fenomenal Banana Uyu
Sangat mudah menemukan minuman susu rasa pisang ini, selain rasa original, ada juga light, strawberry dan melon. Kalau di minimarket kayak Sevel, harganya berkisar KRW 1300. Ada promo beli 2 gratis 1 untuk rasa selain original. Kalau mau lebih murah, beli supermarket yang agak besar, biasanya mereka menyediakan paket banana uyu, 1 paket berisi 4 botol harganya cuma KRW 2600, lumayan hemat! FYI, Banana Uyu dari Binggrae sudah mendapat sertifikasi halal di Malaysia.

Korean Muslim Food spesial dibahas DISINI :)

4 comments:

  1. Hi,

    Iseng mampir haha.. trip autumn ke Korea nya seperti nya udah di lalui dengan lancar dan senang ya yey... \(^_^)/

    Dari beberapa pengalaman yang di ceritakan di post ini, gw juga mengalami tuh yang engga boleh sharing makanan ( padahal porsi nya besar, jleb.... ) terus juga harga makanan chicken yang di Nami Island yang awal nya lihat harga nya 'mahal' tapi begitu makan enak banget, jadi berasa worthed dah haha..

    Tetap update ya post blog Korea nya! Cheers...

    ReplyDelete
  2. Hahaha emang sih ya nasi instan di 711 penyelemat banget! :D

    ReplyDelete
  3. Hai, kalo boleh tau pas makan di Yupdduk sosis tteokbokkinya sosis apa ya? Pork beef or chicken?

    Thank youu ^^

    ReplyDelete