Cerita Tentang Transportasi di Korea

Cloudy day 

Minggu, 1 November 2015, alhamdulillah sampai juga di Seoul. Setelah mengisi Traveler Declaration Form & Arrival Card dipesawat, saatnya menginjakkan kaki di Incheon airport, menuju bagian imigrasi menggunakan airport train. FYI, bagian imigrasi kedatangan di Incheon ada 2 blok, jadi kalau kita melihat blok antrian yang begitu banyak, cobalah lurus lagi, ada bagian imigrasi di blok selanjutnya, banyak juga sih yang ngantri, tapi mendingan lah. Setelah berhasil setor scan muka dan sidik jari, meski petugas imigrasi sedikit kesal dengan saya karena pas scan muka gagal lagi, gagal lagi hahaha kenapa dah muka gw, mulailah petualangan nenteng koper.
antrian saat menunggu airport train
Apa yang harus kita lakukan ketika pertama kali sampai di Incheon Airport? 
Setelah berhasil melawati imigrasi, saat nya membeli T-Money card, alat pembayaran elektronik di Korea. T-Money bisa di beli di minimarket seperti sevel, GS25 atau tempat berlogo T-Money. Kalau bingung, jangan segan untuk datang ke Tourist Information Center. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang aturan-aturan di Seoul, misalnya berjalanlah di sebelah kanan, Keep Right! karena sebelah kiri biasanya dilewati orang yang sedang terburu-buru, kalau tetap berjalan di sebelah kiri, siap-siap aja di tegur orang belakang, atau tiba-tiba kesenggol ditabrak dari belakang, jangan ngarep ada yang minta maaf, karena emang kita yang salah. Kalau menaiki eskalator, usahakan orang dulu, baru koper biar ga ribet-ribet amat :D
antrian imigrasi 

arsitektur Incheon airport
arsitektur Incheon airport
tempat isi ulang T-Money
T-Money
Cara mengisi ulang T-Money sangat mudah, pertama letakkan kartunya ditempat yang telah disediakan, kemudian pilih bahasa English, pilih berapa yang akan kita isi, misal 20.000, masukkan uang sebanyak 20.000 ke mesin, tunggu proses selanjutnya, kemudian finish. Jangan terburu-buru mengambil kartunya, bisa-bisa saldo ga nambah, uang melayang, tunggu sampai proses benar-benar selesai.
isi ulang T-Money card
Sebelum lanjut ke subway station, sempatkan foto-foto dulu di spot "Coin of Happiness" atau kita bisa melemparkain koin yang akan didonasikan ke UNICEF. Rasanya lebih menyenangkan ketimbang masukkin duit langsung ke kotak amal hehehe


Turunlah menggunakan lift untuk mencapai subway station.

Tibalah saatnya menaiki Arex (Incheon Airport Railroad Express).

subway lagi sepi
Ngomong-ngomong tentang subway di Korea, ternyata stasiunnya luas, meskipun ada eskalator, ada kalanya kita harus tetep naik turun tangga, kebayang kalau sambil nenteng koper yang beratnya belasan kilo T__T. Ingat juga, jangan bawa kebiasaan gak baik dari negara sendiri ya, kalau kereta lagi penuh, terus dipojokan ada kursi kosong, main duduk aja, jangan sampai ini terjadi karena kita bakal malu dipelototin orang ==" meski kosong, biarkan saja karena itu kursi prioritas untuk ibu hamil, ibu membawa balita dan orang tua.

Cerita lain kalau lagi di subway, saya dan teman-teman yang berjilbab, sering kali diliatin sama nenek-nenek atau kakek-kakek, mungkin mereka penasaran kenapa kita menutupi kepala dengan kain. Pernah kebetulan kami duduk bersebelahan dengan seorang nenek, lalu dengan rasa penasaran, tiba-tiba si nenek mengajak bicara kami, dengan bahasa korea pastinya :D kami cuma geleng-geleng kepala sambil bilang "moella, moella, halmoni" maksudnya sih "kita gak ngerti nek, gabisa bahasa korea" hehehe. Untungnya kakak cantik disamping saya berbaik hati membantu sang nenek, dengan bahasa inggris fasih, kakak cantik membantu kami berkomunikasi. Ternyata si nenek bertanya yang intinya "kenapa kalian ada yang berjilbab dan ada yang tidak?" Dalam hati bingung lagi, panjang ini penjelasannya hhha, akhirnya kami bilang saja "kalau seorang wanita memutuskan untuk memakai hijab, maka harus memakai hijab seumur hidup." Sang nenek membalas dengan "yeppo, yeppo..." yang intinya cieeee dibilang cantik :D "gomawo halmoni :)"

Ngomong-ngomong tentang orang tua (ibu-ibu/nenek) di Korea, saya pernah kepikiran kenapa gaya rambut orang tua disana sama semua, keriting pendek gitu, padahal waktu mudanya rambutnya lurus-lurus aja hehehe. Pernah bertanya kepada seorang teman, ternyata rambut keriting itu menandakan bahwa mereka tetap merawat diri sekalipun diusia senja.
Kira-kira begini suasana di dalam Seoul subway
Salut dengan fasilitas subway di Korea, difable dan orang tua sangat diperhatikan, sampai mereka bisa mandiri naik subway yang luas stasiunnya pake "banget". Saya pernah melihat satu kali ada pedagang asongan didalam kereta, ada juga pengamen yang sering saya temukan saat di Busan (di pelataran stasiun). Menjelang malam hari, terlihat beberapa homeless yang sedang menghangatkan diri di dalam stasiun.

eskalator di subway station
tangga keluar subway station

Taxi yang drivernya bisa berbahasa Inggris
Transportasi selain subway
Jalanan di Seoul lebih lebar bisa sampai 4 jalur mobil (satu arah), jadi kalau menyeberang, tunggu lampu hijau pejalan kaki menyala. Taxi di Seoul tersedia 24 jam, tapi diatas jam 23.00 lebih mahal, biasanya naik 20% dari tarif normal (KRW 3000/km). 
Berbicara soal bus di Seoul, seru-seru ngeri naik bus di Korea, sensasinya mirip-mirip naik kopaja tapi versi bagusnya hehehe, mungkin karena drivernya kejar setoran, waktu tunggu naik dan turun bus cepet banget, kalau jalanan sepi apalagi, wuzzzz ngebut, kalau ga kebagian tempat duduk hati-hati saat driver ngerem mendadak, syukur ada oppa ganteng yang nangkep kita, kaya di drama Korea :D Di bus Korea, ga ada kondektur, cuma driver, soalnya pembayaran sudah otomatis menggunakan T-Money, naik dari pintu depan dekat driver, tap kartunya, kalau mau turun dari pintu belakang (posisi ada di tengah bus) jangan lupa untuk tap kartunya juga saat turun, oia ada kursi prioritas juga di bus. 
Kalau mau jalan-jalan tengah malam, ada Seoul Night Bus "Owl Bus" beroperasi dari tengah malam sampai subuh. Menurut informasi dari teman, kalau sudah mendekati tengah malam biasanya banyak orang mabuk :D
Tombol tanda jika ingin turun di halte berikutnya
Bus ke Incheon Airport
Gak mau ribet nenteng koper naik turun tangga subway, kita bisa naik bus dari halte terdekat dari penginapan kita dengan nomor bus 6002. Tinggal duduk cantik, sampai deh di Incheon. Saat naik bus, jangan lupa bayar dulu ke drivernya, pake uang pas ya. Ada hal menarik saat sampai di Incheon airport, si driver turun mengambil posisi di dekat pintu keluar sambil mengucapkan "kamsahamnida", kemudian setelah penumpang turun semua, baru dia membuka bagasi, dibantu petugas lain menurunkan koper. Jadi aman, semua penumpang bisa melihat kopernya diturunkan. Mannernya oke ya!
papan info bus yang sedang mendekati halte

airport bus
didalam airport bus
Buat penggemar KPOP, macam saya ini, entah di halte, subway station atau di bis, akan dimanjakan dengan iklan-iklan yang dibintangi oleh artis KPOP, yaiyalah ya wong negaranya sendiri hehehe. Apalagi kalau liat bus bergambar song triplets atau pemain running man, bisa sampai kegirangan hhha
Iklan Duty Free EXO di airport bus 
iklan di halte bus
Ada Kyu di halte bus
Screen dukungan fans untuk Donghae yang lagi wamil :D di subway station
Saatnya kembali ke tanah air tercinta, Indonesia
Saran saya, gunakanlah fasilitas web check in, kemudian mengantri di loket khusus web check in, sangat menghemat waktu, gak perlu capek berdiri ngantri lama. Beres check in, tunggu 5-15 menit di Baggage Inspection Room (persis di samping loket check in). Kalau bagasi kita ga lolos screening, siap siap aja dipanggil petugas, terus bongkar koper deh :D Kalau dirasa aman, lanjut ke proses berikutnya, pemeriksaan metal detector, imigrasi, langsung menuju Gate sesuai maskapai yang digunakan. 

Baggage Inspection Room
Free charger, sambil nunggu screening bagasi
Seperti saat proses kedatangan ketika sampai di Incheon, untuk menuju Gate keberangkatan, kita juga akan menggunakan airport train, ikuti saja petunjuk arah yang disediakan. Masih belum puas belanja? sambil menunggu waktu boarding, bisa shopping barang-barang duty free, mulai dari parfum, kosmetik, souvenir, sampai coklat dan nori juga ada, tentunya dengan harga yang sudah di bandrol dengan USD.
Selama disana, hal yang paling menyenangkan adalah keamanan saat naik subway atau bus, sepenuh apapun, backpack masih nangkring dipunggung, mau kesenggol-senggol orang juga ngrasa aman-aman aja :') Tapi tetep inget pesan Bang Napi, ya! Waspadalah~ waspadalah!


1 comment: