Petualangan di Gamcheon Cultural Village

Sudah biasa jika mengunjungi suatu tempat wisata, berkeliling menikmati keindahannya sambil berfoto-foto ria. Berbeda dengan tempat wisata lain, Gamcheon Cultural Village menawarkan petualangan mengumpulkan stempel atau stamp rally bernama Housing Project Tour - Visitation Stamp.  

Menuju Gamcheon Culture Village bisa di tempuh dengan Busan subway, turun di Toseong Station (Exit 6), keluar stasiun teruslah berjalan sampai menemukan gedung Busan Cancer Center (BCC). Kemudian, dari halte depan BCC naik bus bernomor 2 atau 2-2 yang langsung membawa kita ke Gamcheon Culture Village. Perjalanannya menanjak dan berkelok-kelok karena lokasi Gamcheon Culture Village merupakan daerah perbukitan. Tidak usah takut nyasar, biasanya banyak turis yang akan turun di Gamcheon Culture Village juga :D

Menjelajahi Gamcheon Culture Village ini gratis, namun jika ingin berpetualang melakukan stamp rally kita diharuskan membeli peta "Gamcheon Culture Village Guide Map" seharga KRW 2000 atau setara dengan IDR 26.000. Peta ini bisa kita dapatkan di Tourist Information, di sini pula kita bisa menyewa loker seharga KRW 5000. Jam operasional Tourist Information mulai pukul 09.00 sampai 18.00. 


Setelah berhasil mendapatkan peta, kita pasti akan dihadapkan pada kebingungan hehehe, areanya cukup luas, tapi tenang saja, petugas akan siap membantu mengarahkan spot-spot mana yang harus kita tuju untuk mendapatkan stempel. Total ada 9 post yang harus kita tuju, yaitu, Photo Gallery, Constellation, Haneul Maru, Book Cafe, The House of Peace, The House of Light, Little Museum, Art Shop, Community Center (Gam-neh-eo-ul-teo). Dari 9 post tersebut ada 2 post yang wajib dikunjungi untuk mendapatkan postcard Gamcheon.
Bersiaplah melewati lorong-lorong sempit, naik turun tangga. Jangan sampai ada post yang terlewat, karena bisa bikin terus penasaran :D 

Di pos Haneul Maru kita bisa mengirimkan langsung postcard yang didapat.


Art Shop
Sebelum sepopuler sekarang, dahulu Gamcheon merupakan tempat berlindung pengungsi saat perang Korea. Pemerintah lokal dan para seniman berhasil membuat desa yang dulunya kumuh menjadi desa seni yang khas dengan berbagai macam keunikan lukisan dinding (mural) dan karya seni lainnya. Keindahannya pun sering disebut sebagai Santorini-nya Korea :D
Beberapa benda bersejarah di Gamcheon
Keindahan Gamcheon sudah terlihat dari karya seni dekat pintu masuk
 

Di beberapa tempat wisata, disediakan mesin foto selfie yang bisa dioperasikan menggunakan timer, dan hasilnya bisa dikirim langsung ke email kita. Keren ya! Gamcheon Cultural Village juga pernah dijadikan sebagai filming location Running Man dan Superman Returns (Lee Hwi Jae dan si kembar Seoeun Seojun).
Mesin foto Selfie
Hasil foto yang dikirimkan via email




Hati-hati foto disini, dibawahnya langsung genteng / semacam teras :p
The Famous Little Prince and The Fox










 
Foto dibawah ini adalah gedung Community Center, sebaiknya kita sampai disini sebagai tujuan terakhir, dari kejauhan sudah terlihat ahjumma yang menunggu kita sambil terkantuk-kantuk, hehehe saya sempat tertipu, ternyata itu hanya patung. Kita bisa beristirahat sejenak di cafe yang ada di dalam Community Center. Staff cafe sempat menanyakan berasal dari negara mana kami. Mengetahui kami dari Indonesia, staff tadi langsung bilang " your country is fire, fire!" Owalaaah berita kabut asap udah sampe Korea juga toh. 
 


Cafe di dalam Community Center
postcard & map
Hot Chocolate - orang Korea suka sekali dengan simbol Love ya :D
Mission Accomplished!

3 comments:

  1. Owalah, padahal tempatnya gak wah, ya.. tapi desainnya unik gitu. Cute nge-pop banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, karena desainnya unik jadi menarik :D

      Delete
  2. Aahhhh, this post makes me wanna go there now! As in now! Haha

    ReplyDelete