[Tips Penting] Pengalaman Membuat E-Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Timur


Apa sih keuntungan warga negara Indonesia yang memiliki e-paspor? Salah satu keuntungannya adalah bebas visa ke Jepang selama 15 hari. Niat saya membuat e-paspor memang karena embel-embel bebas visa ke Jepang itu. Meskipun harus membayar hampir dua kali lipat dari biaya paspor biasa yaitu sebesar IDR 655,000, tak apalah, dalam hati sih sambil berharap semoga negara bebas visa bagi WNI segera bertambah.

Berikut beberapa tips dan informasi penting membuat e-paspor (Walk In) khususnya di Kanim Jakarta Timur:
  • Datang sepagi mungkin dan ikuti arahan dari petugas, segera bertanya jika ada yang kurang dipahami, pengalaman saya datang sampai di kanim hari Jumat pukul 05.30 dan mendapat nomer antrian ke-30 (digabung walk in, prioritas dan online), kemudian selesai sekitar pukul 10.30.
    antrian walk in, prioritas dan online
  • Periksa dokumen asli dan fotocopy (semua berkas difotocopy di kertas A4). Untuk yang menggunakan buku nikah, perhatikan harus ada tempat dan tanggal lahir tertera disana (katanya sih ini yang paling sering terjadi). Jika ada dokumen yang kurang, petugas tidak akan melanjutkan permohonan paspor kita. Ada tiga kali verifikasi dokumen, verifikasi awal petugas akan memeriksa dokumen fotocopy kemudian akan dimasukkan di amplop kuning. Kedua, verifikasi dokumen asli kemudian mendapatkan no.antrian. Ketiga, saat interview akan diminta memperlihatkan dokumen asli juga. 
  • Jangan lupa membawa ALAT TULIS (pulpen tinta hitam) dan MATERAI. Saat pertama kali datang, kita akan diberikan surat pernyataan dan formulir permohonan pembuatan paspor, sembari duduk sesuai antrian (walk in, prioritas dan online) kita akan diminta mengisi kedua formulir tersebut.
    Verifikasi awal dokumen dan foto untuk mengantri pengambilan no.antrian
    • Untuk yang ingin memperpanjang paspor, jangan lupa fotocopy halaman identitas paspor lama di kerta A4, karena akan diminta petugas.
    • Bagi yang berdomisili di luar DKI Jakarta, pembuatan e-paspor harus disertai surat keterangan domisili atau rekomendasi dari kantor yang ditandatangani atasan dan di cap, kalau saya membawa surat rekomendasi. Saat interview saya banyak ditanya tentang tempat tinggal di Jakarta dan detail pekerjaan.
    • Jangan lupa bilang ke petugas kalau kita ingin membuat e-paspor. Kasus yang saya alami adalah pergantian paspor biasa ke e-paspor karena masa berlaku habis. Pada waktu itu, petugas tidak menawarkan ingin diganti dengan paspor biasa atau e-paspor, petugas fokus mewawancarai saya sambil melakukan verifikasi dokumen. Setelah hampir selesai, saya nyeletuk kalau saya ingin  membuat e-paspor, kemudian ditanggapi dengan "oh, mau bikin e-paspor, 14 hari ya, gapapa?". Hikmahnya adalah kita harus proaktif juga, tak apalah banyak bertanya menghadapi petugas bertampang tegas hehehe.
    • Setelah proses interview, kita akan diminta menunggu lagi. Nah disini kita jangan duduk jauh jauh dari counter petugas tadi, karena nama kita akan dipanggil tanpa speaker untuk foto dan pemberian slip tagihan.
    Antrian interview dan foto
    • Bagi yang membawa anak-anak, sembari menunggu dipanggil nomor antrian, ada playground di lantai 2.
    • Musholah dan toilet ada di lantai 2, jika ingin fotocopy dokumen, ada di lantai bawah, persis disamping tempat verifikasi awal dokumen.
    • In case you get hungry, ada kantin di lantai bawah. Setelah kita selesai verifikasi dokumen dan mendapat nomer antrian, bisa sarapan dulu bagi yang mendapat nomer antrian besar.
    • Setelah foto, kita akan diberi selembar bukti pengantar pembayaran. Tunjukkan kepada teller saat melakukan pembayaran di bank (menurut petugas bisa bank apa saja dan di seluruh indonesia), jangan lupa fotocopy bukti pembayaran dari bank, dan bawa bukti pengantar pembayaran serta bukti pembayaran dari bank saat mengambil paspor.
    Proses Pengambilan Paspor (Pk 10.00-16.00)
    Berikan slip pembayaran dari bank dan surat pengantar pembayaran dari imigrasi kepada petugas atau letakkan di tempat yang sudah disediakan, nanti ada petugas yang akan mengambil. Kita akan menunggu untuk di panggil, biasanya tidak sampai 1 jam mengantri. Saat mengambil paspor, petugas juga akan memberikan paspor lama, cukup dengan mengisi form yang akan di berikan petugas. Tidak dibutuhkan surat kuasa jika mewakilkan mengambil paspor.

    Petugas juga memberikan petuah cara merawat e-paspor, kalau sampai rusak chip-nya, maka paspor tetap berlaku dan menjadi paspor biasa.

    Semoga bermanfaat :)





    9 comments:

    1. Halo mbak, apakah e-passpor benar-benar baru jadi 14 hari kerja atau bisa lebih cepat? Soalnya saya uda beli tiket pesawat tgl 28 April, sedangkan bayar di tellernya tgl 6 April. Apa masih terkejar ya jadinya? Mau tanya juga soal pengambilan paspor yang baru dibuka jam 13.00, sebaiknya kita perlu antre lebih awal lagi atau bagaimana ya? Trims infonya :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. hallo, 1 minggu setelah pembayaran sudah jadi sepertinya. kalau antriannya ramai sekitar 1 jam menunggu, gak harus mengantri lebih awal kok.

        Delete
    2. Mba, klo hari libur di hitung argo atau cm hari kerja? Misalnya bikin 12 april udah bisa di ambil ga tgl 16 april?

      ReplyDelete
    3. Mbak untuk pemnayarannya ngak ada embel2 lain lg man mbak, aku may biking passport biasa jdi biaya y cuma 300rb Dan ngak ada biaya lain lg mbak

      ReplyDelete
      Replies
      1. sesuai ini mba http://jakartatimur.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=87&Itemid=578
        nanti kalo bayar transfer lewat bank memang segitu sih mba sesuai pengalaman saya

        Delete
    4. Halo Mba Ulya, untuk pengambilan epassport nya apakah harus mengambil nomor antrian lagi seperti saat mau mengajukan sebelumnya???

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ga ada nomor antrian mba. Antriannya sesuai kita pas naruh bukti pembayaran, nanti di panggil namanya.

        Delete