Pengalaman Mencari Kerja di Sydney dengan Working Holiday Visa

Sudah baca cerita saya yang akhirnya memutuskan berangkat ke Darwin
Lah kok sekarang malah kerja di Sydney~
pemandangan dari harbour bridge
Tanggal 19 April 2017 lalu saya memutuskan untuk pindah state dari Northern Territory ke New South Wales. Tepatnya dari Darwin, kota kecil di Australia bagian utara dengan cuaca yang cukup panas, lalu merantau ke pusat kota metropolitan yang saat ini sedang musim dingin. 

Tiba di Darwin dengan harapan besar agar bisa menyelesaikan syarat 2nd year untuk visa saya, yaitu subclass 462. Tapi kenyataannya, hampir 2 minggu saya mencoba apply online dari gumtree, seek, indeed sampai drop off resume ke beberapa tempat tapi belum ada satupun tanda-tanda panggilan wawancara atau trial. Sempet mikir-mikir juga salah saya dimana, salah di resume kah atau terlalu banyak saingan mungkin, terus dimana yang katanya harusnya udah mulai ramai loh bulan april di Darwin (dry season), kayaknya gak ada tanda-tanda. Yang ada, belum 2 minggu aja saya udah mulai stress gara-gara belum dapet kerja hahaha, ya gimana kalo pengeluaran lancar tapi pemasukan nol besar :'( sedih. Tapi saya gak sendiri, beberapa whv warrior banyak yang nganggur sebulan, bahkan lebih, yang lebih parah lagi, ada yang bela-belain pindah dari selatan ke utara demi 2nd year juga, tapi malah nganggur sebulan di Darwin dan akhirnya terpaksa harus pulang lagi ke selatan. Dari pengalaman teman-teman whv itulah saya jadi makin mantap pindah ke selatan, lebih tepatnya udah ga mau buang waktu dan duit lebih banyak lagi. Selain karena alasan kesempatan kerjanya lebih besar, saya juga bisa nabung pengalaman kerja dulu supaya bisa jadi bekal mengejar 2nd year ke utara lagi. I wish...



kolong jembatan, tempat menggalau di sydney
masa-masa jadi pengangguran sydney
Jadi begini ceritanya :D

AU PAIR

Di minggu kedua, saya coba peruntungan lain di Darwin, yaitu apply untuk menjadi Au Pair, pilihan terakhir dalam list, profesi yang sebenarnya paling saya hindari tapi paling ingin saya coba karena kerjaan mengurus anak orang itu jauh lebih sulit, berat dan beresiko tinggi menurut saya, iyaaa dimata saya anak bule itu jauh lebih aktif, tidak masuk list profesi syarat 2nd year, dan pocket money yang didapat pun terbilang cukup kecil rata-rata sekitar 200-300 AUD per minggu. Saya apply melalui website weneednanny untuk profesi au pair di Katherine (kota kecil sekitar 3 jam perjalanan dari Darwin). Hari ini apply, besoknya host fam langsung minta ketemuan. Jadi ceritanya, host fam saya ini ibu single parent, punya anak 4, umurnya 6-15 tahun. tinggal di darwin dan karena alasan pekerjaan mereka mau pindah ke Katherine. Ceritanya saya janjian ketemuan di Casuarina Square, shopping centre paling hits se-Darwin :D. Si Ibu sangat welcome, apalagi melihat saya yang berjilbab ini, dia cerita kalau dia dulu sering keliling dunia, jadi gak aneh ngliat macem-macem orang, apalagi, salah satu anaknya belajar bahasa Indonesia di sekolah, jadi dengan harapan sekalian bisa bantu-bantu anaknya belajar, bahkan si ibu bilang penasaran dengan keseharian saya yang seorang muslim. Selama pertemuan itu saya juga ditraktir minum plus ngobrol-ngobrol dengan si anak yang lucu dan baik-baik. Setelah galau maksimal, saya terima tawaran host fam, dia menjanjikan akomodasi, disedikan mobil kalau diperlukan, plus pocket money $270 per minggu dengan komitmen 2 atau 3 bulan dan mulai kerja dalam minggu itu juga. Rasanya udah pasrah, yang paling bikin galau parah, gimana saya menghabiskan ramadhan dan lebaran di Katherine nanti, siap engga siap rasanya huhuhu. Singkat cerita, si ibu akan menjemput saya keesokan pagi, tapi malamnya saya putuskan secara sepihak batal untuk jadi au pair mereka :( alasannya karena saya akan pindah state ke Sydney. Disini saya merasa sedih, karena batal dadakan itu si ibu kecewa berat sama saya. Hiksss... tapi mau gimana lagi saya belum siap rasanya :'(

TRIAL SANDWICH HAND 

Trial pertama saya di salad and sandwich shop dekat central station. Sebelum pindah ke Sydney, saya sudah apply beberapa pekerjaan di Sydney lewat gumtree, jadi ketika sampai Sydney saya langsung trial untuk menjadi sandwich hand ini. Ngobrol sebentar terus langsung trial 4 jam, gak dibayar pula, kerjaannya cuci piring sama motong cuci sayuran, gajinya $14 perjam (cuma 4 jam sehari), setelah 2 minggu, naik jadi $15. Yang punya orang indo, tapi sudah 15 tahun di ausi. Yang bikin saya sedih, dia sempet bilang kalo penampilan saya weird, disini saya merasa dia agak rasis ya, yaudah lah cukup bikin KZL aja. Saya gagal kerja disini, gak ada kabar, berarti bhay!

Satu pelajaran yang saya dapat dari sini, kalau ditanya berapa lama kamu nanti stay di sydney? jawab aja sampe visa expired. Kesalahan saya adalah bilang mungkin sekitar 3 bulan saya stay di sydney (mengingat saya kategori backpacker, dan rata-rata employer butuh pegawai long term).


HOUSEKEEPING 

Di hari yang sama saat trial sandwich hand, saya juga mendapatkan undangan wawancara dengan agen housekeeping AHS untuk posisi room attendant yang saya apply online saat di Darwin lewat seek atau indeed sampe lupa saking apply banyaknya. Untungnya bisa rescedule. Yang mengikuti wawancara sekitar 20 orang, mayoritas india, nepal dan 1 citizen. Ada tes fisik kecil disini, angkat beban dan kekuatan tangan, kemudian wawancara singkat gak sampai 5 menit. Siangnya, saya mendapat email congratulation letter dan harus mengisi beberapa form dan menjalani induction online. Super senang sih yaaa, kerjaan pertama, penasaran juga gimana dunia housekeeping. Gajinya $17.70 per jam + Superannuation (dana pensiun) after tax on weekdays dan $30an weekend plus dipotong pinalty rate kalau kerja sabtu atau minggu. Seminggu kemudian saya baru mulai kerja, ditempatkan di salah satu hotel di Sydney CBD, jadi tinggal jalan kaki dari rumah. Alhamdulillahnya banyak student indo asal makassar (berjilbab juga) disitu plus bos sama supervisor baek baek semuanya.
troli 

kamar messy yang bisa bikin makan banyak waktu
Saya di training 2 hari dengan dua orang berbeda, hari pertama dengan orang thailand dan hari kedua dengan orang makassar, jadi lebih nyambung dan enak aja ngobrolnya :D. 2 hari training, besoknya langsung mulai kerja sendiri. Kebayang kacaunya, harus nyiapin troli sendiri, amenities, sheet, towel, kunci udah makan waktu banget. Hari pertama saya kerja menghabiskan waktu sekitar 9 jam, tapi di timesheet cuma dihitung 4 jam, cuma waktu training aja yang dihitung 5 jam dan selama saya kerja di sana, seringnya cuma 3.50 jam :(. Disini saya baru tahu ternyata hitungan jam kerjanya itu berdasarkan credit kamar, jadi semakin banyak kamar yang bisa kita selesaikan (terutama kamar check out), semakin banyak hitungan jam kerja kita. Hitungan per credit ini menguntungkan kalo yang udah bisa cepet beresin kamarnya. Tapi kalau ngerjainnya agak lelet kayak saya sih hitungannya gak fair, kerja 7 jam cuma di bayar 4 jam. Gimana gak lelet, awal-awal kerja untuk 1 kamar check out yang seharusnya 25 menit, saya kerjain sekitar 40 menit :') duhhh. Total seminggu cuma sekitar 20-22 jam. Plus capeknya setengah mati dorong-dorong troli naik turun laintai, mondar-mandir dikejar waktu pulak, belum lagi kalo gak dateng pagi-pagi towel dan sheet pasti udah abis, jadi gak maksimal nyiapin troli, makin lama beresin kamar deh :(. FYI, saya cuma bertahan 1 bulan jadi room attendant ini. Beberapa anak WHV ternyata banyak juga yang cuma bertahan hitungan hari hehehe. 


Di tempat ini pula, saya mendapatkan teman baik, Parry dari thailand, yang bercerita bahwa kuota WHV untuk thailand bisa habis seketika dalam hitungan menit ketika baru dibuka, dan satu teman WHV dari korea, Yoon, yang masih struggle mencari tambahan job karena alasan bahasa inggris dia yang gak bagus-bagus amat.

BABYSITTING

Saat masih jadi room attendant itu, saya coba-coba cari second job juga. Kerjaan babysitting ini banyak yang menawarkan rate diatas $20 perjam, tapi banyak juga yang mensyaratkan memiliki sertifikat first aid, police clearence dan working with children check cara membuatnya akan saya bahas nanti. Saya coba cari dari gumtree, baru 5 menit apply, sudah di telpon dan diminta datang malem ini juga karena katanya urgent. Iklannya memang menggiurkan, bilangnya butuh babysitter untuk stayover setiap weekend dengan bayaran $25 per jam, gak butuh syarat-syarat yang saya bilang tadi. Saya datang sekitar jam 8 malam ke daerah Bardwell Park, sampai rumah disambut dengan seorang bapak-bapak turki, tapi pas saya tanya mana anaknya, dia bilang malam ini udah dibawa sama ibunya. Saya tanya anaknya umur berapa, terus dia jawab fifteen, 
"fifteen months?"
"no, fifteen"
"fifteen years old?!" 
fxxx! dalam hati gimana ceritanya ngurus anak 15 tahun, disuruh stayover pulak.
Terus tiba-tiba dia ngalihin pembicaraan jadi nawarin rent dirumahnya, liat-liat kamar dan diajak kenalan sama penghuni rent lain. Dari situ saya merasa dikibulin, terus saya langsung pamitan buru-buru pulang, sereeem :( gak sesuai banget sama yang dia iklanin di gumtree.

WAWANCARA SUSHI BAR 

Masih dari gumtree, saya akhirnya mendapatkan wawancara dari H*ro Sushi, lokasinya masih sekitar Sydney CBD. Saya di wawancara dengan bule asal inggris yang sangat welcome, dalam hati udah ngarep banget kerjaan ini supaya bisa dapet skill bikin sushi, at least jadi sushi rollerGaji disini seingat saya $18 per jam. dan disediakan training untuk pegawai baru. Seminggu kemudian gak ada kabar, lalu saya follow up dengan email, tapi ternyata saya mendapat balasan kalau saya juga gagal disini :') 

WAWANCARA RESTO JEPANG 
Lagi-lagi, saya mendapat wawancara dari gumtree untuk restoran jepang S*ke Jr di daerah The Rocks. Kali ini seasonal work, karena cuma kontrak 4 minggu untuk event night market selama vivid sydney berlangsung. Gajinya $21 per jam before tax, durasi sekitar 6-8 jam sehari. Sudah ditebak sih, kemungkinan besar gagal buat kerjaan ini, karena employer butuh RSA (Responsible Service of Alcohol).

VEGETABLE PROCESSING FACTORY 

Gak seru kalo gak ada drama di dunia kerja, kerja di manapun, dibagian apapun pasti ketemu yang namanya drama :D 
Jadi ceritanya saya menemukan kerjaan casual ini dari gumtree sebagai second job, kerjaan early morning jam 5 sebagai factory hand, nama pabriknya Fr*sh Cut Australia, iklannya simple banget macam gini,  
                            
Saya sms, besoknya dibales dan diminta trial 2 jam. Hari pertama saya trial bareng student indonesia. Bosnya orang turki, penjelasan dia sih karena pabriknya baru pindah ke daerah Alexandria, jadilah pegawainya baru 2 orang doang (saya sama student itu), nanti katanya minggu depan bakal masuk sekitar 10 orang, pokoknya nanti pabrik ramai. Kerjanya motong sayuran pake mesin plus packing, cukup simple. Gajinya $120 per hari, jam kerja tergantung banyak enggaknya orderan, antara 2-6 jam, dan dibayar weekly. Memang tidak ada kontrak hitam diatas putih, ngisi formulir identitas atau sebagainya, jadi saya asumsikan kerjaan ini cash on hand. Hari kedua si student itu sudah tidak mau kerja lagi, katanya engga jelas, terus dia cerita kalau orang t*rki dan leban*n itu banyak juga yang, maaf brengsek. Saya sih masih percaya sama si bos ini, habis di mata saya dia kelihatannya baik. Akhirnya karena si bos butuh orang, saya ajak lah 3 orang teman whv indonesia yang memang sedang mencari kerjaan tambahan. Seminggu berjalan, saya memutuskan keluar dari pabrik ini, alasannya karena saya sudah mendapatkan kerjaan lain yang rate nya lebih bagus dan jelas kontrak kerjanya. Tapi ketiga teman saya tetap masih mau bertahan. Minggu kedua berjalan, mulai ada yang aneh, janjinya gaji kita dibayar weekly, tapi udah 2 minggu belum juga dibayar, 3 minggu sampai sudah lebih dari sebulan, si brengsek ini selalu punya 1001 alasan buat gak bayar kita, tiap di telpon alasannya, salah transfer lah, neneknya sakit lah, neneknya meninggal lah, lagi ke pemakaman lah, meeting lah, ke melbourne lah, pokoknya bisa aja cari-cari alasan buat ngulur-ngulur waktu. Intinya sampai detik ini, saya kerja seminggu belum di bayar, dan total gaji kita semua $4000an belum juga dibayar. Kita sudah lapor Fairwork tentang masalah ini, tapi sayangnya belum ada hasil memuaskan. 
Jadiin pelajaran aja buat kita semua, maklum saya juga masih polos soal pilih-pilih employer, kerjaan ga berat-berat amat, diiming-imingi gaji besar, gimana gak tergiur! :')

CASE CLOSED! drama jadi factory hand ini berakhir bahagia! Kita berhasil dapet apa yang menjadi hak kita berkat bantuan teman-teman dari SydSol and the ASF-IWA cerita selengkapnya DISINI

IC* SYDNEY
Jadi teman-teman, setelah kerja seminggu sebagai factory hand, saya mendapat kerjaan yang jauh lebih baik sebagai Steward di convention dan exhibition venue paling hits se-Sydney, bahkan se-antero Australia, alhamdulillah! Kalau kalian lagi main ke darling harbour, pasti bakal ketemu office tempat kerja saya :D 
Saya apply lewat websitenya langsung entah kapan, tiba-tiba dapat email panggilan wawancara. Saat wawancara saya beruntung karena langsung diwawancarai dengan head chef yang ternyata menjadi manager saya saat ini. 

Sekarang saya bekerja sebagai kitchen steward, alias kitchen cleaner, tanggung jawab kita adalah menjaga kebersihan dapur, kafe publik, kafe karyawan, alat-alat dapur, bantu-bantu chef dan orang-orang food&baverage. Kadang ketika para chef dan cook banyak yang libur kita juga diminta untuk bantu-bantu food preparation. Pengalaman berharga banget bisa kerja disini, dapurnya amazing, huge~ pastry, sandwich, fruit vegetable, meat, fish, chicken semuanya terpisah. Gajinya lumayan untuk ukuran Sydney, yaitu $23.81 per jam before tax Superannuation, plus kita mendapat keuntungan diskon karyawan di beberapa merchant, seperti resto atau outlet tertentu.

Btw rekan kerja saya sesama steward juga anak WHV indo, dan ada satu student asal indonesia, selainnya mayoritas steward adalah asal india, pakistan dan nepal, serta ada agency (Pinnacle People) yang sebagian besar orang brazil. Disini pula saya berkenalan dengan beberapa chef asal indonesia, makin pengen jadi chef lah saya :D


Kalau ditanya ada drama apa engga? pasti ada kok, kerja dimanapun ada aja orang yang seneng sama kita dan gak seneng sama kita, yaudah dinikmati aja :D

Ternyata buat cari kerja di OZ, apply online lebih manjur ketimbang drop off resume (berdasarkan pengalaman pribadi). Selainnya, soal info lowongan kerja, tempat tinggal dan lain-lain banyakin koneksi atau teman saja, sangat membantu. Terasa sekali kerjaan lebih menuntut skills dan experience, jadi banyak-banyakin pengalaman kerja dan skills ya terutama. Jujur, saya yang cuma punya satu job, 8 jam sehari, 5 hari seminggu aja udah capek banget, mondar-mandir berdiri lama pake safety shoes, kadang ditempat kerja saya yang 80% steward adalah pria, ga bedain mana kerjaan buat cowok, mana kerjaan buat cewek, menuntut fisik banget, ibarat salonpas udah gak mempan, harus pake koyo cabe! :D

Lantas gimana soal ibadah? Disini saya yang muslim benar-benar ngerasain rasanya jadi minoritas, pasti banyak banget godaannya, di rumah, saya satu satunya muslim, ditempat kerja, beberapa teman pria muslim, yang puasa dan shalatnya lancar ada, yang doyan 'minum-minum' juga banyak dan saya belum menemukan wanita berjilbab lain di tempat kerja, dipandang orang dengan tatapan aneh udah biasa, yang penting mereka tetep respect sama saya. Jadi, kembali ke diri masing masing aja, saya sih cuma ingat pesan mamah, apapun yang terjadi tetep jaga shalatnya! Dan jangan lupa, cari juga teman yang bisa saling mengingatkan, soalnya kalo udah ketemu yang namanya lupa bisa berabeh :D

harbour bridge
Jadi begitu gambaran kerjaan saya di Australia sebagai work and holiday visa holder, yang insyaAllah sedang saya jalani sampai setahun lamanya :D So far seru sih! 

Anyway, kamu kan lulusan S1 fiq, udah susah-susah kuliah IT, kok sekarang malah pilih kerjaan begitu? :)) Iyaa ijazah S1 saya ini gak kepake di OZ. Teman-teman saya juga pada kaget kenapa saya memilih banting stir gini, rasanya memang mulai dari nol lagi. Yang jelas, dalam hidup kita punya mimpi masing-masing, tinggal bagaimana mewujudkannya.


Seperti kata quote:

 "If 'Plan A' didn't work, the alphabet has 25 more letters. Stay cool!"
morriset park
Sekian dulu cerita saya tentang working di oz, nanti kapan kapan disambung dengan cerita holidaynya, thank you :D

9 comments:

  1. Wah keren mba.. Btw ada whatssap atau chatting application ga? Banyak pertanyaan nih mba hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo, kontak via instagram atau messanger fb yaa

      Delete
  2. assalamu'alaikum..salam kenal mba, sy arvi. nyimak juga klo ada wa atau chat application spy bs tanya2 lbh leluasa^^. pengen jg coba whv. masih nabung + pertimbamgan matang krn sy berjilbab lebar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo arvi, kontak via instagram atau messanger fb yaa

      Delete
  3. Iya mbak, ceritanya seru. aku juga pengen dong kalo boleh WA atau Line ato apapun. Pengen tanya2 juga kayak yang lain :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo, kontak via instagram atau messanger fb yaa

      Delete
  4. Halo mbak fiqra. Sukak sm sharingan nya mbak, bisa ngasih gambaran hitam putih beberapa kerjaan di sydney. Oia mbak, mau nanya. Butuh waktu brapa lama buat ngerasa homey di negara org? Trus, prnh gak ngerasa nyesel ngambil whv gara2 susah dpt kerjaan trus kerjaan nya berat2? Dijawab mbak yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampe sekarang belum homey sih, cuma udah sreg adaptasi dll 3 bulan kali ya hahaha
      Gak pernah nyesel sih, justru bersyukur dan jadi lebih respect sama profesi yg dipandang sebelah mata di indo :)

      Delete
    2. Ooh gitu ya mbak.. sukses terus mbak. Aku msh nunggu jadwal interview di imigrasi nih. Heheh

      Delete